.

Biaya Impor dan Proses Pengiriman dari China ke Indonesia

China ke Indonesia memiliki jarak tempuh yang cukup jauh dan harus menggunakan jalur udara atau laut untuk pengiriman barang. Nah, buat kamu yang sedang fokus menjalankan bisnis impor dari China, simak seperti apa proses pengiriman, estimasi biaya, dan waktu pengirimannya hanya di artikel ini!

KEY TAKEAWAYS

– Bisnis impor China ke Indonesia mengalami peningkatan dan menjadi ladang bisnis yang cukup menjanjikan.
– Sebagai bisnis impor, tentu saja pengiriman barang dari China harus melalui beberapa proses pengiriman ke Indonesia.
– Jarak tempuh yang cukup jauh dan harus melewati beberapa prosedur ketat, maka estimasi pengiriman barang dari China membutuhkan banyak waktu. 
– Tarif pengiriman barang impor dari China menuju Indonesia dihitung berdasarkan kuantitas atau volume barang.

Proses Impor Barang dari China ke Indonesia

Sebagai pemilik bisnis impor, kamu harus mengetahui apa saja tahapan yang akan kamu lalui untuk membawa barang impor dari China ke Indonesia, seperti berikut ini:

1. Memilih Barang dan Estimasi Harga

Tahap pertama yang akan kamu lakukan untuk mendapatkan barang impor sesuai dengan kebutuhan pasar adalah mencari pemasok dari China. Kamu dapat mencarinya melalui platform e-commerce seperti Alibaba.

Setelah mendapatkan pemasok barang yang tepat, kamu harus mengirim surat berisi permintaan penawaran barang tersebut. Kemudian, pemasok akan mengirim surat penawaran yang berisi rincian harga menggunakan mata uang China atau dollar.

Langkah berikutnya, kamu harus menghitung biaya impor dengan mempertimbangkan beberapa hal penting saat proses pengiriman, seperti transportasi, ongkos kirim, bea cukai, dan pajak barang.

2. Menggunakan Metode Pembayaran Letter of Credit

Ilustrasi Metode Pembayaran Letter of Credit

Setelah selesai menghitung tarif impor dan sesuai dengan budget, langkah berikutnya yang perlu kamu lakukan adalah membayar menggunakan letter of credit. Ini merupakan metode pembayaran internasional khusus untuk impor/ekspor seperti China ke indonesia.

Sebelum melakukan pembayaran, kamu harus mengirim surat pemesanan dan menyetujui kontrak jual-beli dengan pemasok barang dari China terlebih dahulu. Setelah itu, kamu bisa mengajukan permohonan pembukaan letter of credit ke pihak bank devisa dalam negeri.

3. Penerimaan Barang

Ilustrasi Penerimaan Barang di Pelabuhan

Proses terakhir adalah penerimaan atau penyerahan barang yang kamu pesan. Dalam hal ini, pemasok dari China akan menyiapkan pengiriman barang menggunakan transportasi yang sudah disepakati bersama. Umumnya, jalur pengiriman yang paling sering digunakan adalah jalur laut.

Pihak pemasok akan menyerahkan barang yang kamu beli kepada agen jasa pengiriman yang kamu percayakan. Melalui bantuan agen jasa impor, kamu akan dibantu untuk menyelesaikan segala prosedur, seperti bea masuk. Setelah semua prosedur selesai, pihak jasa angkutan akan menyerahkan barang kepada kamu.

Perlu kamu ketahui, pengiriman barang dari China ke Indonesia melalui jalur laut membutuhkan waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 3-4 minggu. Jadi, kamu harus sabar menunggu barang impor tersebut, karena jarak tempuh dan prosedur pengirimannya.

5 Faktor yang Mempengaruhi Ongkos Kirim dari China

Terdapat 5 faktor yang mempengaruhi besar-kecilnya tarif atau ongkos kirim dari China menuju Indonesia, yaitu:

1. Volume dan Berat Barang

Besar-kecilnya tarif ongkos kirim barang dari China menuju Indonesia akan dipengaruhi oleh berat atau volume barang yang kamu beli. Jadi, semakin berat dan besar volume barang yang kamu beli, maka semakin besar pula tarif pengirimannya.

Barang yang memiliki volume besar dan berat cenderung membutuhkan banyak ruang atau tempat. Selain itu, penanganannya juga lebih sulit, sehingga memerlukan biaya lebih.

2. Jarak Tempuh

Faktor berikutnya adalah jarak tempuh pengiriman barang. Sama seperti proses pengiriman barang di dalam negeri, jarak pengiriman akan mempengaruhi tarif atau ongkos kirim.

Karena jarak China ke Indonesia yang lumayan jauh, maka ongkos pengiriman pun dikenakan lebih tinggi. Tidak hanya itu, keterbatasan jalur pengiriman juga menjadi faktor lain yang membuat biaya ongkos kirim lebih mahal.

3. Kecepatan Pengiriman

Jarak yang jauh dan keterbatasan jalur pengiriman, tentu saja akan berdampak pada kecepatan pengiriman oleh pihak ekspedisi. Namun, ada pula perusahaan jasa impor barang dari China yang menyediakan pengiriman cepat, sehingga kamu tidak perlu menunggu 3-4 minggu lamanya.

Supaya bisa mendapatkan pelayanan ekspres satu ini, kamu harus mengeluarkan biaya tambahan yang tidak sedikit. Jika kamu membutuhkan barang-barang tersebut secepat mungkin dan memiliki budget lebih, kamu bisa menggunakan pilihan ekspres dari jasa angkutan.

4. Klasifikasi Barang

Faktor berikutnya adalah klasifikasi barang. Yup, setiap barang impor akan dikenakan tarif bea cukai dan pajak saat masuk ke Indonesia. Nah, besaran tarifnya ini berpatokan pada klasifikasi barang impor sesuai peraturan pemerintah.

Tarif bea cukai untuk barang impor seperti tas dan tekstil mulai dari 15-25%, sedangkan untuk kategori sepatu sebesar 25-30%. Kemudian, PPN sebesar 10% dan PPh sebesar 7,5-10%.

Aturan inilah yang membuat ongkos kirim barang impor dari China berbeda-beda. Oleh karena itu, kamu harus mengetahui barang yang kamu beli masuk dalam klasifikasi yang mana, supaya bisa menentukan tarif bea cukai serta pajak yang sesuai.

Contoh sederhana, kamu membeli sepasang sepatu dari China seharga Rp300.000,00. Kemudian, dikenakan bea masuk sebesar 7,5%. Lalu, PPN sebesar 10% dan PPh 0%. Maka, cara menghitung biaya keseluruhannya adalah sebagai berikut:

Bea Masuk= 7,5%xHarga Barang= 7,5%xRp300.000,00= Rp22.500,00

PPN= 10%x(Harga Barang+Bea Masuk)

       = 10%x(Rp300.000,00+Rp22.500,00)

       = Rp32.250,00 bisa dibulatkan menjadi Rp33.000,00

Jadi, total barang impor setelah kena pajak dan bea masuk adalah sebesar Rp355.500,00.

5. Jenis Transportasi

Pemilihan jenis transportasi juga mempengaruhi besar-kecilnya ongkos kirim, lho. Seperti penjelasan sebelumnya, jalur pengiriman barang dari China hanya ada dua, yaitu jalur udara dan jalur laut.

Artinya, hanya ada dua opsi transportasi yang bisa kamu gunakan untuk mengangkut barang impor tersebut ke Indonesia, yaitu pesawat atau kapal. Karena karakteristik dua transportasi ini berbeda, maka pelayanan dan harganya pun juga berbeda.

Pengiriman Barang Jalur Udara Mengunakan Pesawat Kargo

Jika melalui jalur udara atau menggunakan transportasi pesawat, maka biaya pengiriman cenderung lebih mahal. Akan tetapi, kamu tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menunggu kedatangan barang impor tersebut.

Namun, tidak semua jenis barang bisa diangkut menggunakan pesawat. Jika barang impor milikmu memiliki berat dan volume yang besar, maka tidak dianjurkan untuk menggunakan transportasi satu ini.

Sebaliknya, jasa pengiriman menggunakan kapal jauh lebih murah ketimbang pesawat. Namun, kekurangannya adalah waktu pengiriman yang cukup lama, yaitu sekitar 3-4 minggu atau 1 bulan lamanya.

Meski begitu, pengiriman barang dari China ke Indonesia melalui jalur laut menjadi pilihan yang tepat bagi para pelaku importir seperti kamu. Selain biayanya yang lebih murah, transportasi ini juga bisa mengangkut segala jenis barang.

Pilih Jasa Pengiriman Impor yang Tepat untuk Memenuhi Kebutuhan Bisnismu!

Itulah informasi seputar estimasi biaya, waktu, serta proses pengiriman barang impor, khususnya dari China. Karena pangsa pasar di Indonesia untuk sektor bisnis impor dari China masih sangat tinggi, kamu harus memanfaatkan momen ini sebaik-baiknya.

Selain pemilihan bahan sesuai keinginan pangsa pasar, kamu juga harus menentukan jasa pengiriman dari china ke indonesia yang tepat, guna memenuhi kebutuhan pengiriman barang impor milikmu. Salah satu layanan jasa importir China terbaik yang bisa kamu percayakan adalah Blueray Cargo.

Soal layanan, kamu tidak perlu khawatir, karena kami memiliki fitur Tracking Blueray cargo, Cargo dimana kamu bisa melacak paketmu kapanpun dimanapun. Yuk, segera hubungi untuk menggunakan jasa kami.

Facebook
Twitter
LinkedIn