.

Apa Itu Demurrage? Arti, Fungsi, Contoh dan Tips Menghindarinya

Sebagai pelaku ekspor dan impor, demurrage adalah istilah yang cukup familiar. Hal tersebut karena sudah banyak pelaku ekspedisi yang terjebak akan biaya demurrage ini. Nah, untuk kamu yang baru ingin terjun ke dalam dunia bisnis impor dan ekspor. Yuk, cari tahu terlebih dahulu informasi lengkap dari biaya demurrage ini!

KEY TAKEAWAYS

– Demurrage adalah biaya tambahan untuk sewa, perbaikan, ataupun pemeliharaan kontainer.
– Batas waktu yang perusahaan pelabuhan miliki cukup beragam. Namun, secara umum adalah sekitar 7-10 hari.
– Biaya ini diberikan untuk kontainer yang overstay selama lebih dari 11 hari dan tidak melaut, sehingga perusahaan pelayaran harus memberikan kompensasi atau ganti rugi kepada kapal yang tidak melaut.
– Umumnya, biaya demurrage berbeda-beda di setiap negara tergantung pada kebijakan yang sudah ditetapkan.

Pengertian Demurrage

Menurut Peraturan Menteri Perhubungan tentang Pedoman Pelayanan Jasa Pelabuhan, demurrage adalah kerugian yang akan dialami oleh kapal yang diakibatkan oleh keterlambatan waktu pelayanan terkait kualitas jasa yang terjadi pada sebuah pelabuhan.

Secara sederhana, kamu dapat menyimpulkan bahwa demurrage ini termasuk ke dalam sebuah biaya yang diminta oleh perusahaan pelayaran kepada para importir. Biaya ini ada ketika peti kemas atau kontainer bermalam selama lebih 11 hari di pelabuhan.

Biasanya, sebagian besar demurrage ini terjadi pada kasus impor. Namun, tidak menutup kemungkinan pelaku ekspor juga akan mendapatkan sanksi biaya jika terlambat memuat barang. Hanya saja nominal kasus biaya kelebihan waktu pada pelaku ekspor tidak sebanyak kasus yang terjadi pada pelaku impor.

Beberapa negara yang memiliki nominal paling mahal dalam biaya demurrage adalah sebagai berikut:

  • Amerika Serikat (US) menetapkan denda kelebihan waktu mereka sebesar US$2.692 setiap satu kontainer.
  • Pelabuhan Eropa menetapkan denda kelebihan waktu untuk setiap kontainer sebesar US$549.
  • India menetapkan denda kelebihan waktu untuk setiap kontainer adalah sebesar US$482.
  • China memiliki denda kelebihan waktu sebesar US$453 untuk setiap kontainer.
  • Pelabuhan yang ada di wilayah Asia memiliki denda kelebihan waktu sebesar US$366 untuk setiap kontainer.

Alasan Pemberian DemurrageĀ 

Mungkin kamu bertanya-tanya tentang apa sebenarnya alasan pemberian demurrage ini. Alasan adanya biaya demurrage adalah sebagai biaya kompensasi untuk perusahaan pelabuhan, karena adanya keterlambatan muatan barang yang ada pada kontainer.

Seperti yang kamu ketahui, biaya pemeliharaan kontainer adalah sebesar 20% dari total biaya pengiriman. Sedangkan armada kapal hanya akan mendapat penghasilan jika mereka memuat dan mengirim barang. Namun, armada kapal tidak dapat memuat barang lainnya jika masih ada kontainer yang belum diambil oleh pelaku impor.

Biaya denda kelebihan waktu ini menjadi sanksi terhadap para importir yang tidak bertanggung jawab dan meninggalkan kontainernya selama lebih dari 11 hari. Namun, sebenarnya importir tersebut dapat meminta tambahan hari kepada perusahaan pelabuhan.

Biasanya, kamu harus memberikan penjelasan lengkap terhadap alasan keterlambatan tersebut. Sehingga nanti kamu akan mendapatkan batas waktu tertentu yang biasanya hanya 1 hari saja. Namun, ada beberapa kasus yang memberikan batas waktu hingga 20 hari.

Faktor Penyebab Terjadinya Demurrage

Sebenarnya, ada banyak faktor yang menyebabkan demurrage. Alasan umum terjadinya demurrage adalah karena pelaku impor belum membongkar barang atau bisa jadi karena pelaku ekspor yang belum memuat barangnya ke kapal.

Namun, ada faktor lain yang menjadi penyebab utama terjadinya denda kelebihan waktu, di antaranya:

  • Adanya kongesti atau penumpukan peti kemas (kontainer) yang berlebih di pelabuhan.
  • Adanya larangan terkait barang ekspor dan impor dari bea cukai dan biasanya membutuhkan waktu cukup lama untuk memenuhi perizinan dari instansi yang bersangkutan.
  • Tidak memperkirakan waktu pergerakan kontainer dari saat dikirim oleh instansi sampai dengan kembalinya kontainer kepada perusahaan pelayaran.

Contoh Kasus Demurrage yang Terjadi di Indonesia

Nah, kasus denda demurrage adalah kasus yang cukup sering terjadi di pelabuhan Indonesia, khususnya untuk importir. Berikut ini 2 contoh kasus yang terjadi dan berapa biaya serta alasan yang mereka punya sampai terkena denda:

1. Importir GINSI di Pelabuhan Priok Tahun 2018

Bisnis Importir yang Menguntungkan di Indonesia

Tahun 2018 lalu, tepatnya 9 Januari 2018 lalu, organisasi GINSI (Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia) meminta pertanggung jawaban atas kontainer mereka yang tidak dapat dikeluarkan dari pelabuhan. Hal tersebut terjadi karena lambatnya proses lift kontainer yang dijalankan oleh operator.

Para Importir tersebut meminta pertanggung jawaban pada Jakarta International Container Terminal (JICT). Karena membuat pihak importir mengalami kerugian yang cukup besar karena terkena pinalti dan denda demurrage.

Menurut Subandi, Ketua BPD GINSI DKI Jakarta, biaya demurrage adalah sebesar Rp300.000,00 per hari untuk box berukuran 20 kaki dan Rp600.000,00 per hari untuk box berukuran 40 kaki.

Sedangkan kontainer yang ada pada pelabuhan priok saat itu berjumlah ratusan, bahkan sampai ribuan sehingga biaya denda mencapai miliaran rupiah.

2. Kasus Terjebaknya Kontainer Hortikultura pada September 2022

Belum lama ini, kasus denda kelebihan waktu terjadi pada Pelabuhan Belawan, Pelabuhan Tanjung Priok, dan Pelabuhan Tanjung Perak. Hal tersebut karena adanya 1,4 juta kg produk buah impor yang tidak dapat masuk ke perdagangan Indonesia. Karena tidak memiliki dokumen RIPH (Rekomendasi Impor Produk Hortikultura).

Produk hortikultura yang bersangkutan adalah jeruk, lemon, anggur, lengkeng China, Selandia Baru, dan Amerika. Terjadi miscommunication, karena merujuk pada UU Cipta Kerja No 25/2022, surat RIPH tidak diperlukan jika sudah ada Surat Persetujuan Impor (SPI).

Biaya kerugian importir karena barang tidak dapat dikemas adalah sekitar Rp777.000.000,00.

Tips Menghindari Terkena Demurrage

Nah, untuk menghindari terjadinya demurrage, ada beberapa tips yang dapat kamu lakukan. Berikut ini adalah beberapa di antaranya:

1. Perbaiki Manajemen Waktu

Ilustrasi Jam Dering

Pastikan memiliki manajemen waktu yang cukup baik dalam mengirim barang. Cari tahu dan analisis perkiraan waktu kapan barang sampai, sehingga tidak bertabrakan dengan waktu ramai pelabuhan.

Selain itu, perbaiki juga manajemen yang ada pada perusahaan. Semakin berbelit-belit manajemen perusahaan tersebut, maka akan semakin banyak waktu yang kamu perlukan untuk memuat ulang barang.

2. Memperbaiki Kontrak

Tips selanjutnya untuk menghindari denda kelebihan waktu adalah memperbaiki kontrak terhadap perusahaan pelabuhan yang mungkin merugikan perusahaan seperti menetapkan biaya demurrage yang terlalu mahal.

3. Perbaiki SOP

SOP

SOP perusahaan tentang pemuatan barang harus tepat dan cepat. Setiap divisi harus bekerja sebagaimana mestinya. Karena tiap divisi dalam bisnis impor ekspor akan berpengaruh dengan kerja divisi selanjutnya.

Kamu butuh Jasa Importir Terbaik untuk Mengirimkan Barang?

Setelah mengenal pengertian demurrage, kamu tentunya mengerti kalau memiliki jasa pengiriman adalah sesuatu hal yang mutlak dan krusial. Maka dari itu, pilihlah jasa pengiriman barang yang terbaik dan sudah memiliki banyak review positif. Salah satu rekomendasinya terbaiknya adalah Blueray Cargo.

Melalui pengalamannya selama 20 tahun, Blueray Cargo adalah pilihan paling tepat untukmu. Kamu dapat mengirimkan barang menggunakan jasa dari Blueray Cargo dengan aman dan terjamin. Apalagi Blueray Cargo akan memberikan garansi pengiriman hingga 100%.

Blueray Cargo juga akan memudahkan kamu untuk memantau barang, karena memberikan layananan notifikasi posisi melalui WhatsApp. Jika ingin melihat penawaran dan detail harga, maka segera kunjungi website atau langsung hubungi kontak Whatsaap Blueray Cargo.

Facebook
Twitter
LinkedIn